Ragam Pernikahan Nusantara 2007

Ragam Pernikahan Nusantara 2007 yang diselenggarakan pada tanggal 14 - 18 November 2007 oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia di Kartika Expo, Balai Karitni di Jalan Gatot Subroto Kav. 37 Jakarta beberapa hari yang lalu menampilkan pesona adat istiadat pernikahan Nusantara. Pada Ragam Pernikahan Nusantara 2007 ini setiap harinya menampilkan berbagai macam prosesi pernikahan adat seperti pernikahan adat Jawa, pernikahan adat Sunda, pernikahan adat Lampung, pernikahan adat Minang dan sebagainya.

Ragam Pernikahan Nusantara ini diselenggarakan dalam rangka mempromosikan ragam kebudayaan Indonesia khususnya adat pernikahan tradisional Indonesia kepada masyarakat luas. Pada acara yang dibuka langsung oleh Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indoneisa, beliau menyempatkan diri mampir ke stand Pelaminan Minang Buchyar dan menerima penjelasan mengenai pernikahan adat Minang.

menteri pariwisata jero wacik meneriman penjelasan tentang pernikahan adat minang
(Gambar 1.1 Menteri Pariwisata, Jero Wacik, didepan Pelaminan Minang Buchyar)

ibu atice pakar adat minang sedang melihat buku tamu
(Gambar 1.2 Ibu Atice, pakar adat Minang melihat buku tamu yang ditunjukan Ibu Nusye)

Ragam Pernikahan Nusantara yang merupakan cultural expo ini, Pelaminan Minang Buchyar mendapatkan kehormatan sebagai undangan khusus untuk berpartisipasi dalam melaksanakan prosesi pernikahan adat Minang khususnya pernikahan adat Minang di Lubuk Jantan, kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat. Pelaminan Minang Buchyar menampilkan pelaminan minang khas Lubuk Jantan - Lintau dengan warna dominan hitam khas Minangkabau yang bertaburkan sulaman-sulaman benang emas lengkap dengan hantaran dan setajuak.

hantaran pernikahan adat minang
(Gambar 1.3 Hantaran untuk pernikahan adat minang disebelahnya adalah sapu tangan)

Gambar diatas adalah hantaran khas Minangkabau dalam pernikahan yang terdiri atas beberapa lembar daun sirih, kapur dan pinang yang ditaruh diatas carano.

Dalam Ragam Pernikahan Nusantara, Pelaminan Minang Buchyar menampilkan busana khas sehari-hari yang dipakai oleh datuk-datuk di Minangkabau dan Bundo Kanduang. Para datuk di Minangkabau biasanya memakai baju hitam dengan destar batik berhias huruf arab serta kain balapak yang indah untuk menghiasi pinggang para datuk.

berpose didepan pelaminan minang buchyar
(Gambar 1.4 Baju tradisional Minangkabau, paling kiri adalah baju Bundo Kanduang, tengah baju Datuk dan paling kanan baju daerah wanita Minang)

baju sehari-hari yang dipakai bundo kanduang
(Gambar 1.5 Baju Bundo Kanduang dalam melakukan kegiatannya sehari-hari)

Bundo Kanduang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya memakai baju kurung warna hitam dengan kain balapak dan kain kerudung putih bersulam. Perhiasan berupa kalung tidak biasa dipakai oleh Bundo Kanduang karena sebagai pemimpin harus mendahulukan rakyatnya.

Pada acara Ragam Pernikahan Nusantara ini diadakan parade 25 pengantin adat dari berbagain provinsi di Indonesia dan beragam prosesi ragam pernikahan adat dalam suatu upaya untuk masuk kedalam Guiness Book of Record. Suatu kehormatan bagi Pelaminan Minang Buchyar dipercaya untuk mengisi Pagelaran Adat Pernikahan Minang.

wawancara dengan ibu atice
(Gambar 1.6 Wawancara dengan Ibu Atice seorang pakar adat Minang dengan latar belakang Pelaminan Minang Buchyar)

 

Truly Minangkabau Culture, Art and Style